Dalam Kisah
Minggu, 29 Juli 2012
Rabu, 18 Juli 2012
DAFA
Pertama-tama neh, setelah hampir 3 tahun gak ada kabar Q pengen kenalin si Imut Dafa Alifirrohman yang biasanya aku panggil Dafa (kadang2 Dapan atau si Ciliknya seisi Rumah), maklum aja, di rumah dialah penghuni yang paling kecil dan masih imut2.
Dafa lahir tahun lalu, dia anak pertama dari si Embak yang nikah 2010 lalu. Dengan adanya ne bocah, bikin semua orang betah di rumah, apalagi sekarang dia udh mau 10 bulan, gak kebayang gimana tampangnya pas bangun tidur, uuhhh... asli pengen nyubit aja, tapi takut kalo sampe nangis trus Q dimarahin seisi rumah, (kya gimana ya, kira2).
Dafa mulai banyak ulah sekarang, tapi tetep bikin gemes. Rasanya bahagia banget pas dia ketawa lucu2 gemes gtu :)
Sehari aja Dafa gak di rumah, rasanya seisi rumah udah sepi banget. Asli, menyedihkan (ih, lebay dch Q)
Ya Allah, lindungi dia. semoga dia sehat selalu, jadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orang tua.
Dafa. jangan cepet gede ya, nanti Q jadi cpet tua, hehehe...
Jumat, 07 Januari 2011
MASIHKAH INGIN KAU MENGENAL CINTA?
Kawan, kali ini kau tersenyum padaku
Aku tahu apa arti senyumanmu itu
Saat ini engkau memandangku
Aku pun dapat mengerti makna pandanganmu
Aku tahu kawan,
Kini engkau tengah terluka oleh sebuah perasaan
Aku pun mengerti kawan,
Bagaimana engkau selalu mencoba untuk bahagia
Tanpa pun engkau mengatakan
Ku telah mengerti luka itu teramat dalam
Untukmu… untuk kau rasakan
Engkau terluka… engkau terhina
Apakah salah cinta?
Tentu saja aku tak mengerti akan hal itu
Karena lukamu hanya engkau yang dapat menterjemahkannya
Namun ‘kan kubertanya
Masihkah ingin kau mengenal cinta???
Aku tahu apa arti senyumanmu itu
Saat ini engkau memandangku
Aku pun dapat mengerti makna pandanganmu
Aku tahu kawan,
Kini engkau tengah terluka oleh sebuah perasaan
Aku pun mengerti kawan,
Bagaimana engkau selalu mencoba untuk bahagia
Tanpa pun engkau mengatakan
Ku telah mengerti luka itu teramat dalam
Untukmu… untuk kau rasakan
Engkau terluka… engkau terhina
Apakah salah cinta?
Tentu saja aku tak mengerti akan hal itu
Karena lukamu hanya engkau yang dapat menterjemahkannya
Namun ‘kan kubertanya
Masihkah ingin kau mengenal cinta???
Senin, 26 April 2010
Rabu, 07 Oktober 2009
Ampunanmu
Kulapangkan dada ini
sesaat terus menunggunya datang
kubuka tangan ini
dan tak henti memohon ampunanNya
Jangan jadikan aku seperti api
yang terus membakar hati-hati yang tenang
jangan jadikan aku seperti batu kerikil
yang menghambat lurusnya langkah ini
Janganlah jadikan aku seperti malaikatMu
karna ku tahu ku tak sanggup penuhi panggilanMu
jangan biarkan aku merasa paling sempurna di duniaMu
karna sesungguhnya terlalu banyak dosa yang ada dalam diriku
Mataku terkadang tak sejalan dengan fatwaMu
hatiku kini bimbang dan ragu atas kebesaranMu
kakiku tak sepenuhnya melangkah di jalanMu
tangan ini sulit 'tuk memohon ampunanMu
Cinta Sang Merpati
Kuberjalan di antara duri-duri
kepakkan sayap bagai merpati
menyusuri gundahnya hati
dan bersiap menunggu mati
tak ada harap yang terfikir
tiada lagi semangat yang terpatri
hingga saatnya kini ku ukir
sebuah hati yang amat sunyi
dedaunan berguguran di atas lembah
menyilaukanku akan kesalahan masa lalu
membangkitkan ingatan akan dosa itu
menipiskan harapan tuk menuju surgamu
suatu saat jiwa ini 'kan mati
dan layu bersama gersangnya lautan
sirnah sesaat memejamkan mata
hingga tiada lagi yang berarti
hanya do'a yang kian berarti
mewarnai sendirinya diri
dan merpati tak lagi dapat tergoyahkan
oleh alunan indah syair cinta
terbitnya fajar bukan pertanda bagiku
sinar mentari bukan lagi 'tuk diriku
bias rembulan tak lagi kunikmati
dan bintang-bintang laksana buta
mereka tak lagi dapat melihatku
tersenyum, menangis, hambar
tinggallah kini aku sendiri
di kesunyian waktu yang tersisa
menyesali dosa yang dulu ku ukir
di atas langit ku jatuhkan airmata
hingga hujan lapisi bumi
tapi tiada yang tahu
dan mereka hanya berkata
'kan datang pelangi hari ini'
tanpa tahu perasaanku
dan mereka berbahagia dalam tangisku
yang dianggap penghilang dahaga itu
Langganan:
Postingan (Atom)




